Bissmillahirohmanirohim
Assalamualikum Warhmatullahi Wabarakatu.
Alhamdulillah hari ini kita masi sentisa diberikan waktu serta kesehatan sehingga saya dan para pengujung masi dapat membuka media ini dengan tujuan ingin saling berbagi penglaman hidup.
Disini saya ingin menceritkan tentang kisah penglaman saya, yah memang saya bisa dikatakan besarnya diperantauan orang, ya mugkin begitulah hidup.
Poin penting yang ingin saya bahsa disini mengenai Pendidikan seorang anak perantau, maaf ya buat para tamu yg mungkin menyempatakan membaca blog sederhana ini, kemungkinan pengaturan ucapan yang saya gunakan tidak sistematis, jujur saja saya juga baru belajar menggunakan blog bisa dikatakan penulis amatir hehehehe..
Maklumlah saya ini pendidikannya hanya Sekolah Dasar (SD), maka dari ini saya ingin menceritakan sedikit mengenai pendidikan anak perantau, karena anak perantau tidak semua pendidikannya bisa dikatakan mulus, karena ada sebagian pendidikanya hanya tingkat SD, SMP Hingga ke tingkat Sekolah Perguruan Tinggi akan tetapia ada sebagain yang tidak pernah menyentuh bangku sekolah. Sedih bukan?
Alhamdulillah saya sangat bersyukur orang tua saya memperhatiakn tentang pendidikan saya sehingga saya mampu menyelesaiakn hinggan tingkat SD terimaksih buat kedua orang tuaku.
yang saya lihat diri kecamata saya kebanyakan anak-anak perantau itu yang tidak bersekolah yang merantau diluar Negara salah satu contoh dimalaysia banyak anak-anak perantau dari Indonesia tidak bersekolah apa lagi orang tuanya yang bekerja sebagai petani kebun yang tinggal dibagian pedalaman jauh dari kota. baut para pemerhati anak Indonesia yang peduli tentang anak-anak Indonesia diluar sana silahkan disurvei dibagian pedalaman, karena banyank TKI yang tinggal dibagian pedalam apa lagi yang tidak punya dokumen resmi seprti pasport. perah saya melihat perogram pemerintah yang memberi sekloah buat anak TKI yang putus sekolah, bagi saya itu program yang sangat bermanfaat ya bagi genrasi anak Indonesia kedepanya, tetapi jika bisa jangkau lah dibagian pedalaman bukan hanya dibagian perkotaan.
Mengapa saya tau tentang ini, karena saya pernah merasakan hal seperti ini jadi ini adalah pengalaman hidup saya yang ingin saya bagikan kepada saudara-saudaraku,sebenarnya saya ini Lahir dimalaysia bagian Sabah Keningau dan orang tua saya asli Indosesia yang berasal dari Sulawesi Selatan tepatnya Kab. Bone. Walupun saya lahirnya di Malaysia akan tetapi persaan itu tetap cinta Indonesia. dan buat saudara-saudaraku mungkin yang bernasib seperti saya dan apa yang saya ceritakan jangan pernah berputus asa ya, tetap semangat jalani hidup ini karena